HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Lingkungan hidup bukan sekadar ruang tempat manusia beraktivitas, melainkan sebuah sistem kehidupan yang saling terhubung antara manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup di dalamnya. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, lingkungan harus dipahami sebagai ekosistem yang memiliki keseimbangan alamiah.
Ketika salah satu unsur mengalami gangguan, maka stabilitas sistem kehidupan secara keseluruhan ikut terancam. Karena itu, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.
Permasalahan sampah, misalnya, tidak semata-mata persoalan teknis pengangkutan dan pembuangan, melainkan berkaitan erat dengan pola konsumsi, budaya masyarakat, serta efektivitas tata kelola kebijakan publik.
Pengelolaan sampah modern menekankan pada prinsip pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pendauran ulang sebagai bagian dari ekosistem lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan ini menuntut kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan tata kelola lingkungan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menggelar rapat koordinasi pengelolaan sampah yang dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama para Asisten I, II, III, Staf Ahli, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta jajaran bidang, Camat Bacan, Bacan Selatan, Bacan Timur, serta 21 kepala desa dalam wilayah ibu kota kabupaten.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hanya tugas pemerintah daerah atau DLH semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat. Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari menjaga kualitas hidup kita bersama,” tegas Bupati Bassam.
Pertemuan tersebut membahas kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya di desa-desa dalam wilayah ibu kota, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam penanganan sampah agar dapat terkelola secara optimal.
Dalam rapat tersebut disepakati penerapan konsep pengelolaan sampah berbasis ekosistem yang mencakup proses pemilahan, pemrosesan, hingga pendauran ulang sampah. Pemerintah desa menyediakan lahan untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) pada tahun 2026 guna mendukung pelayanan dan pengangkutan sampah oleh DLH secara maksimal.
Selain itu, DLH bersama pemerintah desa akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat sarana dan prasarana DLH, termasuk pengadaan armada pengangkut sampah serta bak kontainer yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Pemerintah desa juga akan mengatur sistem retribusi sampah di lingkungan masyarakat melalui pelayanan sarana prasarana seperti kendaraan roda tiga. Sementara itu, TPS sementara akan disiapkan pada titik-titik lokasi yang ditentukan oleh pemerintah desa.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan setiap desa akan mendapatkan minimal satu unit bak kontainer sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah. Seluruh elemen pemerintah daerah, kecamatan, desa, TNI, Polri, pihak swasta, hingga masyarakat juga diwajibkan berpartisipasi dalam kegiatan Jumat Bersih melalui gerakan pungut sampah di titik-titik yang akan ditentukan masing-masing desa.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan komitmennya dalam menggerakkan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Bumi Saruma. (Hs)














