HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Pendidikan yang layak merupakan fondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Sementara di Maluku Utara, tantangan infrastruktur pendidikan masih menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan sekitar 300 sekolah di Maluku Utara masih memerlukan rehabilitasi bangunan guna menunjang proses belajar yang layak.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, telah menyikapi hal itu dengan mempercepat revitalisasi satuan pendidikan. Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini menargetkan, tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana.
“Kami akan memastikan percepatan pembangunan, pendampingan sekolah, dan penyelarasan data sehingga tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal. Sarana yang mumpuni adalah fondasi mewujudkan pendidikan berkualitas,” tegas Sherly Tjoanda (19/3/2026).
Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Harita Nickel melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mengambil peran aktif dalam memperkuat sektor pendidikan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, dengan melakukan revitalisasi serta memperkuat sarana dan prasarana gedung sekolah di Desa Gambaru.
Langkah positif tersebut mencakup rehabilitasi fisik bangunan, pemasangan lantai keramik, penggantian atap, hingga penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor dan instalasi listrik, di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Obi Marahai. Tak hanya bangunan, perusahaan juga menyalurkan 72 unit meja-kursi siswa, 4 unit meja guru, 6 unit kursi guru, dan lemari buku serta kipas angin.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gambaru, Sudarjo Haringan, menyampaikan bahwa peran MTs Obi Marahai sangat penting bagi masyarakat Desa Gambaru karena menjadi salah satu tempat anak-anak desa melanjutkan pendidikan. Ia pun menyatakan pemerintah serta masyarakat desa turut mendukung aktivitas dan program-program yang dilakukan Harita Nickel.
“Ketika bangunan sekolah sekarang sudah jauh lebih baik, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang lebih layak ini dapat mendukung semangat belajar generasi muda di desa,” kata dia.
Selain MTs Obi Marahai, Harita Nickel juga melakukan renovasi pada gedung SMA Darul Fatah, seperti keramik lantai, plafon, plesteran dinding dan penambahan papan tulis. Langkah tersebut guna memberikan standar fasilitas yang setara bagi siswa menengah atas di desa tersebut.
Komitmen Harita Nickel tidak berhenti pada pembangunan fisik gedung sekolah. Di Desa Gambaru, telah berdiri sebuah rumah bercat merah yang menjadi pusat keceriaan anak-anak pesisir, yakni Rumah Belajar Simore. Dalam bahasa lokal, Simore berarti “ceria”, sebuah nama yang mencerminkan lingkungan belajar tanpa tekanan.
Diresmikan sejak 2024, Rumah Belajar Simore fokus pada peningkatan minat baca dan keterampilan literasi dasar. Di sini, 73 anak Desa Gambaru belajar mengeja, membaca dongeng, hingga bermain permainan edukatif setiap sore. Menumbuhkan kecintaan pada buku menjadi tujuan dari pembangunan sarana ini.
Tempat ini telah menjadi ruang bagi anak-anak yang sebelumnya kesulitan baca-tulis untuk tumbuh lebih percaya diri. Manfaat tersebut telah dirasakan langsung oleh orang tua siswa. “Setiap sore anak-anak datang dengan rasa senang. Mereka sangat bahagia belajar sambil bermain di sini,” tutur Hamsiah Drakel, salah satu warga Desa Gambaru.
CSR Program Development and Compliance Manager Harita Nickel, M. Yuda Pranata, menegaskan investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Maluku Utara.
“Pendidikan adalah fondasi penting pengembangan SDM daerah. Salah satunya melalui perbaikan fasilitas sekolah, kami berharap dapat memperkuat semangat belajar generasi muda di Pulau Obi agar siap menjadi motor penggerak pembangunan di masa depan,” pungkas Yuda.
Sekretaris Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Dr. Muhammad Agus Umar, turut memberikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Harita Nickel bagi dunia pendidikan di Pulau Obi. Bagi dia, apa yang dilakukan Harita Nickel sudah sama seperti menjalankan visi pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
“Rumah Belajar Simore merupakan langkah positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Kami berharap kolaborasi serupa dapat diperluas agar pendidikan di Halmahera Selatan terus berkembang,” ujarnya.
Dirinya juga menitip pesan kepada warga maupun siswa di Gambaru untuk menjaga aset yang sudah dibangun oleh Harita Nickel. Aset itu adalah sarana yang sangat menunjang program belajar siswa sekarang maupun generasi akan datang.
Inisiatif Harita Nickel ini menjadi relevan dalam konteks pembangunan manusia di Kabupaten Halmahera Selatan. Berdasarkan indikator resmi, IPM daerah ini tercatat sekitar 66,66, menggambarkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak masih menjadi agenda penting pembangunan lokal, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.(Red)















