HAL-SEL:SARMANEWS.COM – Setelah lebih dari satu dekade meredup, semangat kepramukaan di Kabupaten Halmahera Selatan kembali menyala terang. Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi gerakan Pramuka di Bumi Saruma, ditandai dengan digelarnya kembali kegiatan Jambore Cabang yang terakhir kali terlaksana secara besar pada tahun 2016.
Kerinduan panjang para kakak-kakak Pramuka akhirnya terjawab. Selama kurang lebih 10 tahun, aktivitas kepramukaan di tingkat cabang terbilang minim, bahkan nyaris vakum. Padahal, hasrat generasi muda untuk berpramuka tetap tumbuh dan hidup di tengah keterbatasan kegiatan.
Hal ini disampaikan oleh Kaka Yuldi Tusin, salah satu tokoh Pramuka aktif di Halmahera Selatan, saat diwawancarai di sela-sela persiapan pelaksanaan Jambore Cabang 2026.
“Kegiatan jambore terakhir yang benar-benar terasa itu tahun 2016. Setelah itu sempat ada kegiatan, tetapi hanya dilakukan internal oleh pengurus Kwarcab tanpa dukungan penuh pemerintah daerah, sehingga gaungnya tidak terlalu luas,” ungkapnya.
Namun, tahun ini menjadi titik balik yang menggembirakan. Di bawah kepemimpinan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) yang baru, Kaka Rifa’at, semangat yang sempat meredup kini kembali ditumbuhkan. Dedikasi dan komitmen beliau menjadi energi baru dalam menghidupkan kembali gerakan Pramuka di Halsel.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap pembinaan generasi muda melalui Pramuka, dengan menginstruksikan sekolah-sekolah untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan jambore.
Dampaknya pun luar biasa. Antusiasme peserta membludak. Hingga menjelang pelaksanaan, tercatat sekitar 500 peserta telah mendaftar untuk mengikuti Jambore Cabang 2026.
“Kami sangat terharu. Dukungan Bupati sangat nyata, dan kepemimpinan Kaka Rifa’at begitu total dalam mempersiapkan kegiatan ini. Ini bukan sekadar kegiatan, tapi kebangkitan,” tambah Kaka Yuldi dengan penuh haru.
Jambore Cabang tahun ini bukan hanya tentang perkemahan atau perlombaan, tetapi menjadi simbol kebangkitan gerakan kepramukaan di Halmahera Selatan. Sebuah ruang pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat gotong royong bagi generasi muda.
Dengan semangat Satya dan Darma Pramuka, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kembali tunas-tunas muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah. (Hs)















