Pemerintahan

Diperkirakan Rp 300 Miliar Masuk ke Halsel Lewat Program Kampung Nelayan

67
×

Diperkirakan Rp 300 Miliar Masuk ke Halsel Lewat Program Kampung Nelayan

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengakselerasi pembangunan sektor kelautan sebagai pilar utama ekonomi nasional. Melalui program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni Kampung Nelayan Merah Putih.

Program ini tidak hanya menyasar peningkatan produksi perikanan, tetapi juga dirancang sebagai pendekatan pembangunan terpadu di kawasan pesisir. Intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, penguatan kelembagaan nelayan, hingga modernisasi sarana dan prasarana perikanan guna meningkatkan daya saing dan produktivitas masyarakat.

Dengan alokasi anggaran yang tergolong besar, yakni berkisar antara Rp20 hingga Rp23 miliar per desa, program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan, sekaligus mempercepat transformasi desa-desa pesisir menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.

Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 15 desa di provinsi maluku utara

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menilai program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai momentum strategis di tengah tekanan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran. Di saat ruang belanja daerah terbatas, dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi penopang penting bagi keberlanjutan pembangunan, khususnya di sektor kelautan.

“Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir. Dalam kondisi fiskal yang terbatas, dukungan pemerintah pusat seperti ini sangat krusial untuk menjaga ritme pembangunan dan memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Bassam.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya bersifat bantuan, melainkan bagian dari orkestrasi kebijakan pembangunan yang selaras dengan arah strategis daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah keberkahan dari Allah SWT bagi masyarakat Halmahera Selatan. Program ini tidak hanya menjadi stimulus pembangunan, tetapi juga memperkuat visi dan misi kami bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, yakni membangun Halmahera Selatan sebagai daerah berbasis agromaritim yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk memastikan kesiapan implementasi di lapangan, Bupati Bassam mendampingi secara langsung Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, Anggota Komisi IV DPR RI, meninjau langsung salah satu desa prioritas, yakni Desa Bibinoi. Pada Jum’at 10 April 2026.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Dr. Ir. Thamrin Ali Ibrahim selaku Project Leader eLSIL Maluku Utara, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Nazla, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan kelompok nelayan.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi infrastruktur dasar, kelembagaan, maupun kesiapan kelompok nelayan sebagai penerima manfaat program.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut, Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba mengaku terkejut karena sebelumnya belum mengetahui bahwa Desa Bibinoi termasuk dalam daftar penerima program nasional Kampung Nelayan Merah Putih. (Hs)

"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *