Example 120x600
Example 120x600
Lingkungan

BURUNG BIDADARI HALMAHERA MAMPIR DI KADATON KESULTANAN BACAN

×

BURUNG BIDADARI HALMAHERA MAMPIR DI KADATON KESULTANAN BACAN

Sebarkan artikel ini

Halsel: SARUMANEWS.COM Dalam rangka memperingati Hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2020, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Makiriwo Environment gelar silaturahmi guna membangun kerja sama dengan Pihak Kesultanan Bacan Sabtu (05/06/2021),

Direktur LSM Makiriwo Environment  Husni Saban, S. Sos  ketika Diwawancarai awak media menyampaikan, Kehadiran Kami Di Kadaton Kesultanan Bacan Dlm Upaya Mengengandeng Pihak Kesultanan Bacan Bersama-Bersama  Melakukan Pengawasan Pengelolaan Lingkungan Di Kab Hal-SeL Dan Juga Perkenalkan MASKOT Lingkungan Yakni BURUNG BIDADARI HALMAHERA ( BUBIT ). Kurang Lebi 2 Isu Yang Kami Diskusikan Di Dalam Kadaton Kesultanan Bacan Yang Pertama Soal Pengelolaan Hutan Yang Ke Dua Soal Pengelolaan Sampa Muda-Mudahan Kami Akan Berkunjung Ke Pemerintah Daerah Untuk Memberikan Masukan Terkait Dengan Isi-Isu Lingkungan Tutup Husni Saban

Dalam Lawatanya Ke Kadaton Kesultanan Bacan LSM MAKIRIWO Selain Memperkenalkan Maskot Burung Bidadari Juga Memberikan  Kaos Kampanye Lingkungan Mengunakan Bahasa Daerah Kepada Jogugu Kesultan Bacan Bertuliskan BASALANG KAU MU ETI MO BABUANG RAMBARAMBA LEMAJANG KAU PAPAK LA TALANG Yang Artinya ( Kalau Ngana Tara Tau Cara Buang Sampa Labae Ngana Talang ) Dan Juga Banyak Kaos Yang Di Cetak Mengunakan Bahasa Daerah Yakni Bahasa Makian Kayoa, Bahasa Togale, Buton, Bajo, Jawa, Bugis Makassar Dan Bahasa Ternate Yang Rencananya Di Bagikan Ke Beberapa Stakeholder Dalam Rangka Kampanye Lingkungan

Terpisah, Jogugu Kesultanan Bacan Hi Mochdar  Salim G. Arif, Ketika Di Wawancarai menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan terhadap perilaku masyarakat yang tidak sadar terhadap lingkungan hidup.

” Lingkungan ini sangat penting dalam kebutuhan pembangunan hidup kedepan yang sustanible. jangan kita semena-mena melakukan eksploitasi sesuka hati, artinya alam semesta ini butuh di kasih energi yang positif maka alam juga akan merespon dengan positif juga sebaliknya. Saya contohkan misalnya ketika hutan ditebang secara sembarangan maka akan mengakibatkan banjir, inilah energi negatif yang kita kasih.

Lanjut,Sejauh ini kami juga belum tahu apakah selama ini sudah ada perda tentang pengelolaan sampah atau belum, yang kami tahu selam ini baru perda terkait retribusi pembuangan sampah. Muda-mudahan nanti ketika kita ketemu pak Bupati nanti kita usulkan.

Kita Berharap ada terobosan baru berupa gerakan penyadaran yang dimotori oleh pemerintah desa sampai kabupaten bersama masyarakat guna menghindari pencemaran lingkungan di Halmahera Selatan, Tutupnya. ( Udi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *