Pemerintahan

“Mari Saling Menjaga”: Pesan Bupati Bassam Untuk Warga Halsel

122
×

“Mari Saling Menjaga”: Pesan Bupati Bassam Untuk Warga Halsel

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL: SARUMANEWS.COM — Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. (21/09/06)

Bupati Bassam mengaku terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Obi, Kayoa, Makian, Bacan, Gane, Mandioli hingga Kasiruta. Informasi mengenai kebakaran hutan, kebun dan lahan milik warga yang terjadi hampir setiap saat menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat. Kebun kelapa, cengkeh serta berbagai tanaman pertanian yang telah dirawat warga selama bertahun-tahun tidak sedikit yang ikut terbakar.

“Saya ikut merasakan kesedihan masyarakat yang kebun dan tanamannya terbakar. Ada tanaman yang dirawat bertahun-tahun, menjadi sumber kehidupan keluarga, namun dalam waktu singkat harus terbakar akibat kondisi kemarau seperti ini,” ungkap Bassam.

Karena itu, Bupati Bassam mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk menghadapi kondisi tersebut secara bersama-sama. Ia meminta warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan maupun sampah di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

“Di tengah kondisi seperti ini, mari kita saling menjaga. Jangan membakar sembarangan, jaga lingkungan di sekitar kita dan ketika terjadi kebakaran, mari saling membantu dan bergotong royong agar api tidak meluas,” pesannya.

Selain mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Bupati Bassam juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun di wilayah Halmahera Selatan.
“Mari kita berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT, pemilik alam semesta, agar hujan segera diturunkan dan kondisi ini segera berlalu. Semoga masyarakat kita selalu diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Bassam menegaskan, menghadapi kondisi alam seperti kemarau panjang tanggung jawab berama untuk menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

“Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan. Tetapi yang paling penting adalah kebersamaan kita. Mari saling menjaga, saling membantu dan bergotong royong. Dalam situasi seperti ini, kepedulian kita kepada sesama adalah kekuatan kita bersama,” tutupnya. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *