Pemerintahan

KTS Buka Capaian PPM kepada Warga Bobo, Rp390 Juta Terealisasi dalam Enam Bulan

17
×

KTS Buka Capaian PPM kepada Warga Bobo, Rp390 Juta Terealisasi dalam Enam Bulan

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – PT Karya Tambang Sentosa (KTS) merealisasikan Rp390,11 juta untuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, sepanjang Semester I 2026. Realisasi tersebut mencapai sekitar 74,9 persen dari anggaran PPM Desa Bobo tahun 2026 sebesar Rp521,52 juta. Capaian itu dipaparkan kepada masyarakat dalam forum Evaluasi PPM Semester I 2026 di Kantor Desa Bobo, Jumat (18/9/2026). Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga hadir dalam pertemuan tersebut.

Perwakilan Manajemen PT KTS, Arnoldus Wea, menyampaikan bahwa keterbukaan ini penting karena PPM tidak semestinya berhenti pada laporan mengenai besarnya anggaran yang dikeluarkan perusahaan. “Bagi kami, ukuran keberhasilan PPM bukan sekadar berapa rupiah yang sudah direalisasikan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah program itu sampai kepada masyarakat, menjawab kebutuhan mereka, dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan. Oleh karena itu, kami membuka capaian ini, sekaligus mendengar langsung evaluasi masyarakat,” kata Arnoldus.

Dari Rp390,11 juta yang terealisasi, porsi terbesar berada pada bidang infrastruktur sebesar Rp295,68 juta. Bidang sosial budaya terealisasi Rp55,29 juta, kesehatan Rp22,92 juta, dan pendidikan Rp16,22 juta.

Salah satu program yang menjadi perhatian ialah pemasangan instalasi listrik rumah warga. Dalam rencana PPM 2026, KTS menargetkan pemasangan instalasi pada 80 rumah dengan alokasi Rp302,52 juta. Pada bidang kesehatan, KTS menyalurkan 750 paket Pemberian Makanan Tambahan bagi bayi dan balita melalui Posyandu sepanjang Februari-Juni 2026.

Komitmen sosial KTS juga diwujudkan melalui dukungan pembangunan rumah ibadah. Perusahaan memberikan bantuan Rp170.170.000 untuk pembangunan Gereja Protestan Maluku dan Rp7.300.000 untuk Gereja Sidang Jemaat Allah. Nilai keseluruhan dukungan bagi kedua gereja tersebut mencapai Rp177.470.000. Menurut Arnoldus, rumah ibadah memiliki arti penting bagi kehidupan sosial masyarakat karena bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang yang menumbuhkan kebersamaan, nilai, dan kepedulian antarsesama.

“Dukungan perusahaan harus hadir pada kebutuhan yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Pembangunan rumah ibadah adalah bagian dari upaya menjaga ruang kebersamaan warga, dengan tetap mengikuti mekanisme dan kemampuan perusahaan,” ujarnya.

Arnoldus menambahkan, perusahaan tidak menutup mata terhadap catatan masyarakat. “Kalau ada program yang sudah baik, kita jaga. Kalau ada yang belum tepat, kita perbaiki. Kepercayaan tumbuh ketika perusahaan bersedia duduk bersama, membuka data, mendengar kritik, dan menyelesaikan persoalan bersama-sama,” katanya.

PT Karya Tambang Sentosa sendiri merupakan perusahaan hasil kerjasama antara PT Intim Mining Sentosa, PT Trimegah Bangun Persada Tbk, dan PT Banyu Bumi Makmur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!