Pemerintahan

Kadis DPMD Hal-Sel Bertemu Komunitas Kreatif, Buka Ruang Kolaborasi Pengembangan Produk Desa

78
×

Kadis DPMD Hal-Sel Bertemu Komunitas Kreatif, Buka Ruang Kolaborasi Pengembangan Produk Desa

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan, Muhammad Zaki Abd Wahab, S.H., M.Si., membuka ruang kolaborasi bersama komunitas kreatif untuk mendorong pengembangan dan pemasaran produk unggulan desa.

Pertemuan yang berlangsung di Cafe Sterect, Tomori, tersebut dihadiri pelaku teknologi informasi (IT), media, konten kreator, desainer grafis, seniman, fotografer, dan videografer. Diskusi ini menjadi langkah awal membangun sinergi untuk memperkuat ekonomi desa melalui kreativitas dan inovasi.

Zaki, yang akrab disapa ZK, mengungkapkan bahwa sekitar 35 desa di Halmahera Selatan telah memiliki produk unggulan. Namun, potensi tersebut belum seluruhnya dikenal luas karena keterbatasan sumber daya manusia dalam pengemasan, branding, promosi, dan pemasaran.

Ia menilai komunitas kreatif dapat mengambil peran strategis dalam mendampingi desa, mulai dari membangun identitas produk, menyusun storytelling, membuat desain kemasan, hingga memproduksi konten promosi agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Hamit, salah satu founder aiti sekaligus seniman, menyatakan kesiapannya berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam pengembangan potensi desa. Menurutnya, keterlibatan komunitas kreatif merupakan bentuk kontribusi nyata untuk memajukan daerah melalui keahlian dan kreativitas lokal.

“ Pengembangan produk juga perlu diawali dengan pemetaan enam aspek utama, yakni pelaku, omzet, pembeli, hambatan, pembiayaan, dan pasar. Pemetaan ini penting agar program pemerintah sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha, sekaligus membantu menentukan bentuk pendampingan yang tepat”. Ucap Hamit dalam diskusi tersebut

Diskusi tersebut turut melahirkan gagasan penyelenggaraan Halmahera Selatan Culture & Eco Creative Expo dengan tema “Budaya Lestari, Desa Kreatif, Ekonomi Tumbuh.” Gagasan ini disambut baik oleh ZK, dengan penekanan bahwa expo harus didahului pendampingan agar produk desa siap dari sisi kualitas, kemasan, identitas, dan pemasaran.

Melalui kolaborasi ini, desa-desa yang telah menjalani pendampingan diharapkan dapat menampilkan produk unggulannya dalam expo sekaligus membuka peluang kemitraan dan akses pasar baru. Model tersebut juga diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Halmahera Selatan, Maluku Utara, hingga tingkat nasional.

Kolaborasi DPMD dan komunitas kreatif ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun ekonomi desa dari hulu hingga hilir, dengan keberhasilan yang tidak hanya diukur dari promosi, tetapi juga peningkatan omzet, bertambahnya pembeli, dan keberlanjutan usaha masyarakat. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!