Lingkungan

Kabid Kebersihan DLH Halmahera Selatan Hadirkan Inovasi SAPU BERSIH untuk Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah

45
×

Kabid Kebersihan DLH Halmahera Selatan Hadirkan Inovasi SAPU BERSIH untuk Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, terukur, dan berorientasi pada kualitas lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Salah satunya melalui inovasi Standar Pelayanan Unggul Berbasis Sistem Kebersihan (SAPU BERSIH), sebuah aksi perubahan yang digagas oleh Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, Randi Iskandar Alam.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari proyek aksi perubahan yang dirancang untuk memperkuat sistem pengelolaan persampahan secara lebih efektif, mulai dari perencanaan pelayanan, pengawasan, hingga evaluasi kinerja kebersihan di lapangan.

SAPU BERSIH hadir sebagai pendekatan baru dalam tata kelola kebersihan yang tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang memiliki standar kerja, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat.

Konsep ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong transformasi pengelolaan sampah dari sistem konvensional menuju tata kelola yang modern, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi. Pemerintah pusat juga terus menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan sistem pelayanan, pemilahan sampah dari sumber, serta penguatan peran pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelayanan lingkungan.

Menurut Randi Iskandar Alam, inovasi SAPU BERSIH lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan yang lebih profesional sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah di Halmahera Selatan yang terus berkembang.

“SAPU BERSIH bukan sekadar slogan, tetapi sebuah standar pelayanan yang menjadi pedoman kerja seluruh petugas kebersihan. Melalui sistem ini kami ingin memastikan pelayanan menjadi lebih cepat, lebih terukur, lebih akuntabel, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan serta kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SAPU BERSIH merupakan akronim dari Standar Pelayanan Unggul Berbasis Sistem Kebersihan, yang mengintegrasikan unsur pelayanan lapangan, pengawasan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan budaya kerja aparatur.

Melalui sistem tersebut, DLH menargetkan terbentuknya pola pelayanan yang memiliki indikator kinerja yang jelas, mekanisme monitoring yang lebih efektif, serta pengelolaan data kebersihan yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Selain memperkuat pelayanan internal, inovasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pengelolaan sampah, budaya memilah sampah sejak dari sumber, hingga kolaborasi dengan pemerintah desa dan komunitas menjadi bagian penting dalam implementasi SAPU BERSIH.

Aksi perubahan seperti SAPU BERSIH merupakan salah satu instrumen pengembangan kepemimpinan aparatur yang bertujuan menghasilkan inovasi berkelanjutan di lingkungan pemerintah daerah.

Kementerian Dalam Negeri juga menegaskan bahwa aksi perubahan harus mampu menjadi inovasi yang dapat terus berjalan, tidak bergantung pada individu, serta memberi manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik.

Melalui inovasi ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Selatan berharap tercipta sistem pelayanan kebersihan yang lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bumi Saruma. (Hs)

"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *