HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Suara palu dan dentingan besi terdengar bersahutan di sepanjang gang Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa. Namun, bukan proyek pembongkaran biasa yang sedang berlangsung. Di balik puing-puing teras rumah yang mulai diratakan, tersimpan sebuah harapan yang telah dipendam puluhan tahun.
Semuanya bermula dari sebuah rapat yang dipimpin Camat Kayoa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Guruapin. Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan jalan hotmix yang akan melintasi desa yang juga menjadi ibu kota Kecamatan Kayoa. (01/08/06)
Dalam rapat itu, masyarakat dihadapkan pada satu kenyataan. Agar jalan dapat dibangun sesuai standar, badan jalan harus diperlebar dari sekitar dua meter menjadi empat meter. Konsekuensinya, sebagian teras rumah warga harus dikorbankan.
Tanpa paksaan, warga sepakat merelakan sebagian teras rumah mereka dibongkar demi membuka ruang bagi jalan yang selama ini mereka impikan.
Salah satu warga, yang akrab disapa Om Saini, mengaku keputusan tersebut lahir dari kesadaran bersama.
“Kami semua rela membongkar teras rumah supaya jalan ini bisa diperlebar. Dulu lebarnya hanya sekitar dua meter, sekarang menjadi empat meter. Tidak ada yang keberatan karena ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Bagi Om Saini, jalan hotmix bukan sekadar lapisan aspal hitam yang membentang di depan rumahnya. Jalan itu adalah simbol dari penantian panjang yang akhirnya terjawab.
Dengan mata berbinar, ia mengenang bagaimana selama puluhan tahun warga hanya bisa bermimpi memiliki akses jalan yang layak.
“Sejak Indonesia merdeka sampai hari ini, baru sekarang kami bisa menikmati jalan hotmix. Rasanya bangga sekali. Ini bukan hanya soal jalan, tetapi tentang kebahagiaan kami sebagai warga. Akhirnya kami bisa merasakan jalan seperti yang dinikmati masyarakat di daerah lain di Halmahera Selatan maupun di Indonesia.”
Menurutnya, perubahan itu akan membawa banyak manfaat, mulai dari kelancaran aktivitas masyarakat, keamanan berkendara, hingga meningkatnya kenyamanan lingkungan desa.
Di tengah rasa syukur tersebut, Om Saini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan atas realisasi program pembangunan jalan di wilayah Kayoa.
Dengan nada penuh semangat, ia menitipkan salam dari masyarakat Guruapin kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.
“Kami masyarakat Guruapin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bassam dan Wakil Bupati Helmi. Salam hangat dari kami semua. Semoga program pembangunan jalan hotmix ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar kami rasakan.”
Kisah warga Guruapin menjadi potret bahwa pembangunan bukan hanya tentang anggaran dan pekerjaan konstruksi. Di balik setiap meter jalan yang dibangun, ada semangat gotong royong, pengorbanan, dan mimpi masyarakat yang akhirnya terwujud.
Ketika warga rela merobohkan sebagian rumah mereka demi kepentingan bersama, sesungguhnya mereka sedang membangun lebih dari sekadar jalan. Mereka sedang membuka akses menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. (Hs)















