Pemerintahan

Pemda Hal-Sel Gelar Maulid Nabi di Masjid Kesultanan Bacan, Bupati Bassam Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah

59
×

Pemda Hal-Sel Gelar Maulid Nabi di Masjid Kesultanan Bacan, Bupati Bassam Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL: SARUMANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tahun ini melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Kesultanan Bacan, Selasa (25/8/2026).

Pelaksanaan di masjid bersejarah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus merawat tradisi dan warisan budaya yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat Kesultanan Bacan.

Maulid Nabi tersebut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan, Sultan Bacan, perangkat adat Kesultanan Bacan, jajaran SKPD, organisasi perempuan, organisasi-organisasi keagamaan, para tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebudayaan di Halmahera Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, mengatakan bahwa Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi agenda untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid menjadi ruang untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan, serta akhlak Rasulullah yang dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Bassam, tradisi Maulid Nabi yang hidup di tengah masyarakat Kesultanan Bacan merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai penting untuk terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Tradisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Islam yang tumbuh dan berkembang bersama kehidupan sosial serta kebudayaan masyarakat Bacan.

Salah satu tradisi yang melekat dalam pelaksanaan Maulid adalah pembacaan Kitab Barzanji, yang memuat riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Bassam mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak berhenti pada pembacaan Barzanji sebagai bagian dari ritual, tetapi juga memahami kisah kehidupan dan keteladanan Rasulullah yang terkandung di dalamnya.

“Meskipun kitab Barzanji ditulis dalam bahasa Arab, kita patut mempelajarinya dan memahami kisah kehidupan Rasulullah. Dengan mengenal kehidupan dan akhlak beliau, diharapkan semakin tumbuh rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Bassam.

Ia menilai, mengenal kehidupan Rasulullah menjadi semakin penting bagi generasi muda di tengah perubahan zaman. Nilai kejujuran, kesabaran, kepedulian, kasih sayang, dan akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah dinilai tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Kesultanan Bacan akhirnya tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai Islam, sejarah Kesultanan, dan kebudayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap tradisi tersebut terus dipelihara dan diwariskan, sehingga kecintaan kepada Rasulullah berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya dan kehidupan religius masyarakat Halmahera Selatan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *