HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Kehadiran Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Sultan Muhammad Irsyad Maulana Syah dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin di Desa Dauri, Kecamatan Makian, disambut hangat masyarakat. (19/08/06)
Ketiganya hadir dalam momentum peresmian Masjid A Sultaan Sayyid Husain Muhammad, yang berlangsung meriah dan sarat nuansa adat serta sejarah masyarakat Makian.
Rombongan Bupati tiba di Pelabuhan Dauri dan langsung disambut masyarakat dengan tarian Togal, tradisi adat masyarakat Makian yang menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk penyambutan terhadap tamu.
Bupati Bassam juga membawa seluruh jajaran SKPD Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam kunjungan tersebut untuk bertemu langsung dengan masyarakat Dauri dan menyerap berbagai aspirasi.
Rombongan Bupati disambut oleh Camat Makian, Camat Makian Barat, jajaran pemerintahan dan pelaksana unit teknis di tingkat kecamatan, serta Kapolsek Pulau Makian. Masyarakat Dauri dan warga dari sejumlah desa tetangga juga memadati lokasi peresmian, membuat suasana berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan.
Berdasarkan cerita yang diwariskan orang tua-tua di Dauri, rumah ibadah itu pada awalnya belum memiliki nama. Dalam perkembangannya, masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Masjid Mujahidin.
Tahun 2000 menjadi salah satu fase penting ketika masjid tersebut direhabilitasi untuk mempertahankan keberadaannya sebagai pusat ibadah masyarakat.
Perjalanan sejarah itu kembali berlanjut pada tahun 2023. Dalam kunjungan Sultan ke Dauri, masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid Sultan Said Al-Bakir. Kini, setelah melalui proses pembangunan dan pembaruan, masjid tersebut hadir dengan nama A Sultaan Sayyid Husain Muhammad, membawa jejak sejarah panjang yang melekat dengan kehidupan masyarakat Dauri.
Bagi Bupati Bassam, keberadaan masjid tersebut bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan baru, tetapi juga tentang meneruskan kebaikan yang telah dimulai generasi terdahulu. Ia menyebut pembangunan rumah ibadah sebagai bagian dari amal jariah yang manfaatnya diharapkan terus mengalir kepada mereka yang telah meletakkan dasar bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah membangun rumah Allah. Membangun masjid adalah amal jariah yang sudah dibangun orang tua-tua kita. Saya berharap generasi kita melanjutkan untuk menjaga, memelihara dan menjadi amal jariah buat orang tua-tua kita dan kita hari ini,” ujar Bassam.
Ia berharap generasi kita tidak hanya menjaga bangunan masjid secara fisik, tetapi juga menghidupkannya dengan kegiatan keagamaan, pendidikan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, masjid dapat terus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai keagamaan. (Hs)















