HAL-SEL: SARUMANEWS.COM – Ada yang berbeda dari gestur Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Obi, Rabu (28/10/2026).
Bupati yang dikenal dengan senyum khasnya itu memperlihatkan pendekatan komunikasi yang berbeda. Tidak hanya menyampaikan sambutan formal seperti lazimnya pemerintahan, Bassam lebih banyak membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.
Selama dua hari berada di Pulau Obi, Bassam menjalani sejumlah agenda pemerintahan, di antaranya peresmian Eco Village Kawasi, kantor Desa Kawasi, fasilitas air bersih, kunjungan ke Desa Wayaloar, pembukaan turnamen sepak bola di Desa Mano, peresmian jalan di Desa Jikohai hingga peresmian Puskesmas.
Di tengah padatnya agenda tersebut, perubahan gestur dan pola komunikasi Bassam cukup menarik perhatian. Dalam beberapa kesempatan, ia tidak hanya berdiri di hadapan masyarakat untuk menyampaikan sambutan sebagaimana lazimnya acara pemerintahan. Ia justru mengajak warga berbicara, mendengarkan pertanyaan, bahkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Pemandangan itu terlihat saat pembukaan turnamen sepak bola di Desa Mano. Bupati Bassam membuka sesi dialog dan memberikan kesempatan kepada tiga hingga empat warga untuk menyampaikan pertanyaan seputar pembangunan daerah.
Persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu isu yang mencuat. Salah satuh warga mempertanyakan pembangunan jalan di Pulau Obi yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan gestur santai, sesekali disertai senyum khasnya, Bassam merespons pertanyaan tersebut dengan menjelaskan arah kebijakan pembangunan daerah bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin melalui sistem zonasi.
Ia menjelaskan, meskipun prioritas pembangunan tahun ini berada di Zona II, pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Obi tetap berjalan secara bertahap. Sejumlah ibu kota kecamatan, mulai dari Obi Selatan, Obi Timur, Obi Induk, Obi Barat hingga Obi Utara, telah mendapatkan pembangunan jalan. Beberapa ruas lainnya juga masih dalam proses pengerjaan.
Bupati Bassam menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan infrastruktur, meskipun saat ini sebagian ruas masih menggunakan konstruksi lapen.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tahapan dan prioritas pembangunan.
“Ini memang belum giliran Zona IV, tetapi sejumlah ibu kota kecamatan di Obi sudah mulai dibangun jalannya.” jelasnya.
Lebih lanjut, Bassam menyampaikan bahwa tahun 2028 mendatang Pulau Obi direncanakan menjadi salah satu fokus pembangunan. Pemerintah daerah akan berupaya meningkatkan kualitas jalan yang telah dibangun, termasuk peningkatan konstruksi lapen, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Penjelasan tersebut disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir. Respons warga memperlihatkan bahwa dialog langsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui secara lebih jelas arah kebijakan dan tahapan pembangunan pemerintah daerah.
Hal menarik dari kunjungan ini bukan semata-mata banyaknya agenda peresmian, melainkan bagaimana komunikasi antara kepala daerah dan masyarakat berlangsung lebih terbuka. Gestur yang santai, senyum yang sesekali mengiringi percakapan, serta kesediaan menjawab pertanyaan warga menghadirkan suasana yang berbeda dari seremoni pemerintahan pada umumnya.
Di Pulau Obi, Bassam tidak hanya hadir untuk meresmikan pembangunan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk bertanya, menyampaikan aspirasi, dan mendengar langsung penjelasan pemerintah mengenai arah pembangunan Halmahera Selatan. (Hs)














