HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Sejarah baru berhasil ditorehkan Tim Bulutangkis Beregu Putra Halmahera Selatan (Halsel) pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Maluku Utara 2026 di Kabupaten Pulau Morotai. Setelah menanti selama 22 tahun sejak penyelenggaraan POPDA pertama, Halsel akhirnya sukses meraih medali emas perdana usai menumbangkan dominasi Kota Ternate yang selama ini menjadi penguasa cabang olahraga bulutangkis beregu putra.
Sejak POPDA I hingga POPDA XI, medali emas selalu menjadi milik Kota Ternate. Namun pada POPDA XII tahun 2026, tim Halsel tampil luar biasa dan berhasil merebut takhta juara dengan kemenangan meyakinkan atas Ternate di partai final dengan skor telak 2-0.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi dunia bulutangkis Halmahera Selatan. Dengan pelaksanaan POPDA yang digelar dua tahun sekali, penantian panjang selama kurang lebih 22 tahun akhirnya terbayar dengan raihan medali emas pertama bagi tim beregu putra.
Perjalanan Halsel menuju podium tertinggi berlangsung sangat impresif. Sejak babak penyisihan hingga final, tim tidak sekalipun menelan kekalahan maupun kehilangan satu pertandingan. Pada fase grup, Halsel mengalahkan Kepulauan Sula dengan skor 3-0, kemudian kembali menang telak atas Halmahera Utara 3-0. Di babak semifinal, Halsel menyingkirkan Halmahera Timur dengan skor 2-0, sebelum memastikan gelar juara setelah mengalahkan Kota Ternate 2-0 di partai final.
Prestasi tersebut diraih oleh empat atlet muda terbaik Halmahera Selatan, yaitu:
• Kevin Emanuel Siwi, siswa SMA Negeri 1 Halmahera Selatan.
• Raffa Aditya Ashari, siswa SMA Negeri 1 Halmahera Selatan.
• M. Qhairiy Abdullatif, siswa SMP Negeri 13 Halmahera Selatan.
• Iksan Tuahuns, siswa SMA Negeri 6 Halmahera Selatan.
Kesuksesan tim tidak lepas dari tangan dingin jajaran pelatih yang dipimpin Kepala Pelatih Atha Bachans bersama Asisten Pelatih Muhammad Abdullatif, yang sukses membentuk tim solid dan penuh percaya diri sepanjang turnamen.
Ketua Umum PBSI Halmahera Selatan, Alfitrah H. Rustam, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian bersejarah tersebut. Menurutnya, medali emas ini merupakan buah dari pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan serta kerja keras seluruh tim.
“Alhamdulillah, ini adalah sejarah bagi bulutangkis Halmahera Selatan. Setelah penantian panjang selama 22 tahun, akhirnya kita mampu mematahkan dominasi Kota Ternate dan mempersembahkan medali emas pertama untuk Halsel. Terima kasih kepada para atlet, pelatih, ofisial, orang tua atlet, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Halmahera Selatan yang terus memberikan dukungan,” ujar Alfitrah.
Ketua Kontingen Halmahera Selatan, Noce Totunonu, juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet dan tim pelatih yang telah berjuang membawa nama daerah hingga menjadi juara.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet Halmahera Selatan mampu bersaing di level provinsi. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus mengharumkan nama daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Atha Bachans mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari disiplin latihan, kerja sama tim, serta mental bertanding para atlet yang mampu tampil konsisten sejak awal hingga akhir kompetisi.
“Anak-anak bermain sesuai strategi yang telah dipersiapkan. Mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan tetap fokus di setiap pertandingan. Kami sangat bersyukur bisa mempersembahkan medali emas pertama bagi Halmahera Selatan,” ungkap Atha.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi PBSI Halmahera Selatan sekaligus mengakhiri dominasi panjang Kota Ternate di cabang bulutangkis beregu putra POPDA. Medali emas tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan bulutangkis Halmahera Selatan untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasionaL.(Red)















