TANGERANG: SARUMANEWS.COM — Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muksin bersama jajaran perangkat daerah menjajaki peluang kerja sama perdagangan antardaerah dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam rangkaian APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/08/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam Forum Perdagangan Antardaerah, dengan mempertemukan Wabup Helmi bersama Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Bappelitbangda, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta DPMPTSP Halmahera Selatan dengan Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Wabup Helmi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan penjajakan awal antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk melihat berbagai peluang yang dapat dikembangkan bersama, khususnya dalam sektor perdagangan dan pemenuhan kebutuhan antardaerah.
“Ini merupakan penjajakan awal untuk kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Setelah ini tentu akan kita komunikasikan dan tindak lanjuti untuk melihat bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan bersama,” ujar Helmi.
Sementara itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menilai Halmahera Selatan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan menjanjikan untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah. Menurutnya, karakter dan potensi kedua daerah justru dapat saling melengkapi. Sidrap memiliki produksi pangan, khususnya beras dan telur, yang cukup melimpah, sementara Halmahera Selatan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar.
“Ekonomi Halmahera Selatan cukup tinggi dan menjanjikan untuk kita jajaki kerja sama. Sidrap memiliki potensi beras dan telur yang cukup melimpah, sementara Halsel memiliki potensi maritim yang besar. Ini menjadi peluang untuk saling melengkapi, karena Sidrap tidak memiliki wilayah laut,” kata Syaharuddin.
Menurut Syaharuddin, kerja sama antardaerah dapat dibangun berdasarkan kebutuhan dan keunggulan masing-masing wilayah. Sidrap dapat membuka peluang pemenuhan kebutuhan pangan bagi Halmahera Selatan, sementara potensi maritim Halsel dapat menjadi bagian dari peluang kerja sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasar di Sidrap.
Penjajakan Halsel-Sidrap tersebut menjadi bagian dari semangat Forum Perdagangan Antardaerah AOE 2026, yang mempertemukan pemerintah daerah untuk mencocokkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah sekaligus membangun rantai pasok yang saling melengkapi. Forum ini juga menjadi ruang bagi daerah untuk memperluas jejaring perdagangan dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Bagi Halmahera Selatan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dengan daerah lain. Wabup Helmi bersama jajaran Pemkab Halsel membuka ruang kerja sama dengan melihat potensi dan kebutuhan antardaerah sebagai peluang untuk membangun konektivitas ekonomi yang lebih kuat.
Hasil penjajakan ini selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis antara kedua pemerintah daerah hingga menghasilkan bentuk kerja sama yang konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah. (Hs)















