Sosial

Jejak Sang Pendiri IKA Togale: Dr. Hi Muhammad Kasuba, MA dan Gagasan yang Bertahan 21 Tahun

65
×

Jejak Sang Pendiri IKA Togale: Dr. Hi Muhammad Kasuba, MA dan Gagasan yang Bertahan 21 Tahun

Sebarkan artikel ini

HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Dua puluh satu tahun perjalanan Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA Togale) Kabupaten Halmahera Selatan tidak dapat dilepaskan dari sosok Dr. H. Muhammad Kasuba, MA.

Namanya menjadi bagian dari cerita awal lahirnya organisasi yang menghimpun keluarga besar Tobelo-Galela di Halmahera Selatan. Dari cerita sejumlah tokoh yang berada pada masa awal perjalanan organisasi, Muhammad Kasuba dikenal sebagai salah satu penggagas sekaligus pendiri IKA Togale di Halmahera Selatan.

Pada masa itu, gagasan membangun sebuah wadah kekeluargaan muncul dari kebutuhan untuk mempererat hubungan antarwarga Tobelo-Galela yang telah lama hidup, menetap, dan menjadi bagian dari masyarakat Halmahera Selatan.

IKA Togale kemudian hadir bukan semata sebagai organisasi berdasarkan latar belakang etnis, tetapi sebagai ruang untuk merawat hubungan kekeluargaan, memperkuat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berdirinya sebuah organisasi tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang ia berawal dari percakapan, pertemuan, dan keresahan sejumlah orang yang memiliki kesamaan pandangan tentang pentingnya sebuah wadah bersama.

Begitu pula cerita yang berkembang mengenai awal lahirnya IKA Togale di Halmahera Selatan. Muhammad Kasuba yang saat itu dikenal sebagai salah satu tokoh penting masyarakat Tobelo-Galela mengambil bagian dalam mendorong lahirnya gagasan tersebut.

Perjalanan waktu kemudian membuktikan bahwa gagasan itu tidak berhenti pada generasi pendirinya. IKA Togale terus berjalan, mengalami pergantian kepengurusan, dan memasuki fase regenerasi hingga mencapai usia 21 tahun.

Muhammad Kasuba sendiri memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan masyarakat Halmahera Selatan. Ia kemudian dipercaya menjadi Bupati Halmahera Selatan dan memimpin daerah ini selama dua periode.

Namun, jejaknya di tengah masyarakat Tobelo-Galela tidak hanya tercatat melalui perjalanan pemerintahan. Ada pula jejak kelembagaan dan kekeluargaan yang lahir dari gagasan membangun sebuah wadah bersama.

Karena itu, ketika IKA Togale memasuki usia ke-21 tahun, nama Muhammad Kasuba kembali menjadi bagian dari cerita perjalanan organisasi tersebut. Kini, ia berada dalam posisi sebagai Dewan Pembina IKA Togale Halmahera Selatan. Sebuah posisi yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan organisasi.

Dua puluh satu tahun setelah gagasan itu mulai dibangun, generasi yang berbeda kini mengambil peran. Pengurus baru akan dilantik. Wajah-wajah baru akan meneruskan perjalanan organisasi. Sementara para tokoh yang berada di masa awal berdirinya IKA Togale menjadi bagian dari sejarah yang membentuk organisasi tersebut.

Muhammad Kasuba direncanakan hadir dalam HUT ke-21 IKA Togale sekaligus pelantikan pengurus baru. Kehadirannya bukan hanya sebagai seorang tokoh atau mantan kepala daerah. Ia hadir sebagai bagian dari sejarah perjalanan organisasi yang dahulu ikut digagas dan didirikannya.

Momentum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan IKA Togale dari masa ke masa. Sebuah perjalanan yang bermula dari gagasan tentang persaudaraan, kemudian tumbuh menjadi organisasi, dan kini memasuki babak baru melalui regenerasi kepengurusan.

Generasi berganti. Kepengurusan berganti. Namun gagasan tentang persaudaraan tetap menjadi bagian dari perjalanan IKA Togale Dan di antara jejak panjang itu, nama Dr. H. Muhammad Kasuba, MA tercatat sebagai salah satu tokoh yang berada di balik lahirnya organisasi keluarga besar Tobelo-Galela di Halmahera Selatan. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *