HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dekat Sungai Akelamo, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, masih berlangsung hingga Sabtu (3/10).
Penanganan di lapangan diperkuat melalui operasi gabungan yang melibatkan Pemerintah Desa Kawasi, masyarakat, dan tim dari Harita Nickel. Operasi penanggulangan kebakaran dipimpin oleh Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang, dengan melibatkan warga desa dan dukungan tim gabungan dari seluruh unit bisnis Harita Nickel.
Lebih dari 17 warga Desa Kawasi, yang didampingi empat perwakilan Pemdes Kawasi, terjun langsung dalam upaya penanggulangan kebakaran bersama tim gabungan di lapangan.
Frans mengatakan penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan.
“Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan bersama-sama turun ke lapangan untuk menangani kondisi ini. Kami saling mendukung sesuai peran masing-masing agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Frans.
Dalam operasi tersebut, Harita Nickel mengerahkan empat water truck, satu fire truck, dua ambulans, dan tiga alat berat untuk mendukung penanganan di lapangan. Dukungan tersebut diperkuat dengan tim gabungan dari seluruh unit bisnis Harita Nickel yang berjumlah sekitar 100 personel, terdiri atas Fire and Emergency Services, tim medis Klinik Harita Nickel Obi (KHNO) serta tim suplai logistik.
Tim gabungan tersebut kemudian dibagi menjadi tiga grup untuk menangani titik-titik api secara bersamaan, dengan dukungan kendaraan pemadam, peralatan berat, medis, dan logistik sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
Seluruh dukungan tersebut dikoordinasikan melalui Crisis Management Team (CMT) Harita Nickel, yang dipimpin oleh Erich Mongdong selaku Field Incident Commander. CMT mengoordinasikan pengerahan personel, peralatan, dukungan medis, dan kebutuhan logistik selama proses penanggulangan kebakaran di lapangan.
Selain dukungan peralatan dan personel perusahaan, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari penanganan. Warga Desa Kawasi turut turun langsung membantu proses penanggulangan bersama tim gabungan.
Hingga Sabtu (3/10), upaya pemadaman dan pengendalian masih terus dilakukan dengan pemantauan terhadap area terdampak untuk mencegah api kembali meluas.
“Musim kemarau yang cukup panjang menjadi perhatian kami. Kondisi cuaca yang semakin tidak menentu menuntut kewaspadaan lebih terhadap potensi kebakaran. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran,” ujar Frans. (Red)















