HAL-SEL:SARUMANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan melalui upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Bupati, Selasa (9/6/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “23 Tahun Berkarya untuk Bumi Saruma: Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan.” Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Halmahera Selatan sejak berdiri pada 9 Juni 2003 hingga kini, sekaligus menjadi arah pembangunan daerah ke depan.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti ribuan peserta dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, pelajar, hingga masyarakat umum.
Suasana upacara semakin semarak dengan penggunaan busana adat Nusantara dan Maluku Utara oleh seluruh peserta. Ragam pakaian adat yang dikenakan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman serta wujud komitmen masyarakat Halmahera Selatan untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Fraksi PKS Izzudin Al-Qassam Kasuba, Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Sjah, Ketua DPRD Salma Samad, Sekretaris Daerah Abdillah Kamarullah, unsur Forkopimda, mantan Bupati Bahrain Kasuba, pimpinan OPD, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menegaskan bahwa usia 23 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan penuh perjuangan, pengabdian, dan karya yang telah dibangun bersama oleh seluruh masyarakat Bumi Saruma.
Menurutnya, tema HUT tahun ini mengandung pesan penting bahwa pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh stakeholder pembangunan.
“Sinergi adalah kekuatan utama Halmahera Selatan. Dengan kebersamaan, kita mampu membangun negeri ini menjadi lebih maju, sekaligus menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan para pendahulu,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, semangat melestarikan budaya menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Sebagai kabupaten yang dihuni berbagai suku dan memiliki kekayaan tradisi yang besar, budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Saruma.
Selain itu, tema meningkatkan pelayanan menjadi pengingat bahwa setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berkualitas menjadi kebutuhan utama dalam menjawab tantangan pembangunan daerah kepulauan.
Pada momentum tersebut, Helmi juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-23 sebagai ruang refleksi untuk mengenang jasa para pejuang pemekaran yang telah memperjuangkan lahirnya Kabupaten Halmahera Selatan.
“Semangat para pendiri daerah harus terus hidup dalam setiap karya dan pengabdian kita. Tugas generasi hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu melalui pendidikan, inovasi, kerja keras, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Pembukaan HUT ke-23 Halmahera Selatan menandai dimulainya berbagai kegiatan yang akan digelar sepanjang perayaan, mulai dari Panggung Rakyat, Festival Kuliner Saruma, Expo Pembangunan Daerah, hingga Karnaval Budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, panitia HUT ke-23 juga membuka kegiatan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina. Aksi solidaritas tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat Bumi Saruma.
Dengan semangat “23 Tahun Berkarya untuk Bumi Saruma”, seluruh masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan Halmahera Selatan yang maju, unggul, dan berkelanjutan.(Red)















