TANGERANG: SARUMANEWS.COM – Peluang investasi sektor pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai mendapat perhatian investor dalam pada rangkaian APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026. Di tangerang Salah satu peluang yang dijajaki adalah pengembangan hotel berskala bintang empat di Halsel.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, bersama sejumlah pimpinan OPD yang mengikuti rangkaian AOE 2026 membuka ruang penjajakan dengan investor dan pelaku usaha untuk melihat peluang pengembangan sektor pariwisata di Halsel.
Dalam agenda tersebut, Ivan Sindoro, Direktur Utama PT Bali Penida Jaya, menyatakan ketertarikannya untuk melihat peluang investasi pariwisata di Halmahera Selatan. PT Bali Penida Jaya merupakan perusahaan pengembang yang memiliki pengalaman di sektor pariwisata dan hospitality, termasuk pengembangan kawasan CROSS Celesta Nusa Penida di Bali.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halsel, Ali Dano Hasan, mengatakan salah satu peluang yang menjadi pembahasan adalah pengembangan hotel berskala bintang empat. Menurutnya, pihak investor berencana melakukan Feasibility Study (FS) sebagai tahapan awal untuk melihat kelayakan investasi.
“Peluang kerja sama sektor pariwisata sangat terbuka, terutama pengembangan hotel bintang empat. Investor mulai melirik dan akan melakukan Feasibility Study,” ujar Ali.
Ketertarikan investor tersebut turut didukung oleh potensi pasar pariwisata Halsel. Data kunjungan Pariwisata Halsel mencatat hingga September 2025 terdapat 1.613 kunjungan wisatawan, dengan 1.573 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat dikaji untuk melihat prospek kebutuhan akomodasi wisata di daerah.
Ivan Sindoro mengatakan Halsel memiliki potensi menarik untuk dikembangkan, terutama dari karakter wisata bahari dan wilayah kepulauan. Namun, menurutnya, potensi tersebut tetap harus diuji melalui kajian yang terukur sebelum keputusan investasi diambil.
“Potensinya ada, tetapi tentu harus dilihat berdasarkan data. Kami perlu mengkaji pasar, aksesibilitas, kebutuhan akomodasi, tingkat okupansi dan proyeksi bisnisnya,” kata Ivan.
Koordinator APKASI Halsel, Nasir J. Koda, membenarkan adanya penjajakan tersebut dalam agenda Business & Partnership Matching APKASI Otonomi Expo 2026, Jumat (28/8/2026). Ia mengatakan, forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan potensi pariwisata Halsel dengan investor dan pengembang yang tertarik melihat peluang investasi di daerah.
“Memang ada penjajakan dan ketertarikan dari investor terhadap potensi pariwisata Halsel. Ini menjadi bagian dari peluang kerja sama yang kita dorong melalui kegiatan AOE 2026,” ujar Nasir.
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Halsel membuka peluang investasi yang terukur di sektor pariwisata. Kehadiran Pemda Hal-Sel dalam rangkaian AOE 2026 sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mempertemukan potensi pariwisata Halsel dengan investor, dengan tetap menempatkan kajian kelayakan sebagai dasar sebelum investasi masuk ke tahap berikutnya. (Hs)















